Disinyalir Gunakan Batu Kali Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Bumi Agung Pekerjaan Direktorat Kementerian SDA BBWSMS Jebol

Reporter Brata News TV
banner 120x600

Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Bumi Agung Berpotensi Salahi Teknis   Spesifikasi  Pekerjaan     Di Duga    Dapat      Merugikan Keuangan Negara (BPK/KPK/APH) Diminta Oleh Warga Setempat Menelisik Pekerjaan Umum Direktorat Kementerian Sumber Daya Air (SDA) BBWSMS.Dikerjakan Oleh PT Bajasa Menunggal Sejati

BrataNewsTV – Proyek Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Way Bumi Agung berlokasi di (BBA.4)  Desa  Sri  Jaya Kecamatan  Sungkai  Jaya  Kabupaten Lampung   Utara   Provinsi Lampung. Disinyalir  bermasalah terutama berkaitan  spesifikasi  teknis pekerjaan dan di mungkinkan dapat berpotensi merugikan keuangan negara.

Pekerjaan tersebut merupakan kegiatannya Direktorat   Kementerian Sumber  Daya Air (SDA) Balai   Besar Wilayah  Sungai Mesuji Sekampung (BBW-SMS) di kerjakan oleh PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) No Kontrak – HK -0201 -04 / KST. WBA / AW9.1/V/2025.

“Sumber dana APBN Tahun Anggaran 2025 Nilai Kontrak Rp12,808,033,866,00,- Namun sayangnya pekerjaan tersebut di perkirakan tidak akan seumur jagung.

Seperti pada peristiwa yang saat ini sedang terjadi, pemadatan tanah yang menghimpit gorong – gorong satuan irigasi sudah jebol.

Dengan adanya jebol tanah gorong-gorong pada rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung banyak menuai sorotan masyarakat selaku penerima manfaat dan pengguna air irigasi way bumi agung.

Mereka berpendapat jebol tanah disamping gorong-gorong di akibatkan oleh pekerjaan proyek tersebut yang terkesan asal-asalan,” ungkap masyarakat setempat, di beberapa waktu yang lalu,” (1/2026).

BACA JUGA:  Kapolda Lampung: Premanisme Hambat Iklim Investasi, Perlu Kolaborasi Ciptakan Keamanan

Pasca terjadinya jebol tanah yang mengapit gorong – gorong di bawah irigasi way bumi agung BBA.4. Direktorat Kementerian Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung turun lapangan guna memeriksa kerusakan atas peristiwa jebolnya tanah pada jaringan irigasi way bumi agung tersebut, hari Rabu, 28/1/2026.

Sementara Direktorat Kementerian Sumber Daya Air (SDA – BBWS) Budi di konfirmasi di lokasi BBA.4. Budi menuturkan jebol tanah di samping gorong – gorong tersebut akibat curah hujan begitu lebat. Awalnya dipasang trash track disini, guna untuk menghadang sampah – sampah agar tidak masuk dalam gorong-gorong.

Karena hujan begitu deras tanah-tanah dari samping , itu kan membawa sedimen yang akhirnya mengumpul. Lalu air tidak masuk ke dalam gorong – gorong, hingga air muter – muter, sehingga terjadi menggerus tanah.

Selanjutnya Budi menegaskan atas adanya jebol tanah di gorong-gorong satuan irigasi ini pihaknya akan segera melakukan upaya perbaikan,” katanya.

Dipertanyakan kepada Budi, bilamana pihak kontraktor yang melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi menggunakan batu kali dan tanah yang belum di sampel/di lab, apakah bisa di pergunakan, Budi menjawab dalam kesempatan tersebut secara singkat, tidak di benarkan (tidak boleh),” imbuh Budi.

Sempat memanas di lokasi warga bersama pihak Direktorat Kementerian Sumber Daya Air SDA BBWSMS. Karena warga setempat menginginkan untuk perbaikan jebol tanah di samping gorong – gorong di minta untuk dibongkar total terutama disepanjang pada bagian gorong-gorong, masyarakat melihat, pada posisi gorong gorong dibawah irigasi, sudah menggantung tidak menyatu sudah terpisah / retak struktural antara Dak beton saluran irigasi.

BACA JUGA:  Angkutan Batubara Ilegal : Indikasi Oknum Menjadi Penikmat

“Namun pihaknya BBWSMS dan kontraktor hanya menginginkan menimbun jebolnya tanah di samping gorong – gorong dari luar yang begitu saja, tidak ingin membongkar pekerjaan secara menyeluruh.

Nampak jelas juga kehadiran Tim BBWSMS dilokasi jebolnya tanah disamping gorong – gorong jaringan irigasi, membenarkan dari pekerjaan, yang patut di duga bermasalah dan disinyalir demi kepentingan tertentu?

Alasan masyarakat untuk meminta proyek rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung dibongkar secara menyeluruh bukan karena tidak ada alasan.

Pertama alasan masyarakat meminta pada pekerjaan tersebut di bongkar, tanah yang digunakan oleh pihaknya kontraktor untuk menimbun gorong-gorong, tanah tersebut yang bukan sudah sampel atau yang sudah uji lab.

Kedua batu yang di gunakan untuk pondasi dibawah menggunakan batu kali kemudian menggunakan material lama, kita memiliki bukti yang cukup, kalau memang nantinya di butuhkan Aparat Penegak Hukum (APH),” kata warga.

Masih menurut warga, kalau tidak percaya kita bongkar pondasi itu, kalau bukan batu kali,” kata beberapa sumber yang sangat di percaya.

Kemudian sumber-sumber menjelaskan itu semua material yang digunakan kebutuhan kontruksi rehabilitasi jaringan irigasi harus berdasarkan hasil uji lab, contoh, material batu harus ada uji lab, pasir harus ada uji lab dan semen pun harus ada uji lab, begitu tanah harus berdasarkan hasil di uji lab.

BACA JUGA:  Louncing Aplikasi SP2HP Online Momentum Puncak HUT Bhayangkara Ke-79 Polres Lampung Utara

Tanpa adanya hasil uji laboratorium yang memenuhi syarat (bersertifikat), material tidak boleh untuk diaplikasikan ke dalam pembangunan /rehabilitasi jaringan irigasi.

Disimpulkan menurut dari warga setempat sebagai penerima manfaat pengguna air irigasi way bumi agung, menekankan agar dapat perbaikan jebolnya tanah di samping gorong-gorong kepada BBW-SMS dibongkar total dan menyeluruh.

Kalau tidak dibongkar total dan menyeluruh maka warga meyakini di dalam waktu yang tidak lama dipastikan  akan jebol kembali,” cetus beberapa sumber yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu dalam pemberitaan ini,” ( Yd/Red)

banner 325x300