ICW Menilai Progam MBG & KDKMP Berpotensi Konflik Kepentingan Tertentu

Reporter Brata News TV
banner 120x600

BrataNewsTV – Dua dari program strategis Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan  Gibran Rakabuming Raka di anggap publik menciptakan potensi Korupsi gaya baru.

Dari dua program Asta Cita Presiden yakni ” yang pertama Makan  Bergizi  Gratis (MBG) dan yang kedua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Belum menandakan  keberhasilan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia tapi justru menimbulkan kegaduhan pada jagat raya.

Seperti sorotan publik Indonesia Corruption Watch (ICW).” Secara tajam menyoroti dua
program utama pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto.

Pertama Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kedua Koperasi Desa/Kelurahan (KOPDES) Merah Putih. Dari dua program ini memiliki  konflik kepentingan, dan tanpa ada dinding menumbuh kembangkan Korupsi gaya baru yang sistematik, resistensi terhadap resiko keadaan begitu lemah tampa pengawasan dan tata kelola yang buruk.

Berikut adalah rincian sorotan ICW:

BACA JUGA:  Idham Chalid KMB - KLB - Akibat MBG Pelaku Usaha Rasanya Wajib Dipidanakan

1. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini
ICW menilai program  MBG  yang diinisiasi oleh  pemerintahan Prabowo-Gibran sarat dengan masalah dan sangat rawan terjadi penyelewengan.

Rawan Korupsi dan Konflik Kepentingan:

ICW menemukan    bahwa   mitra  penyedia makan   bergizi  (Yayasan   SPPG)   banyak terafiliasi dengan   partai politik  (terbanyak Gerindra), militer, relawan  pemilu, pebisnis.

Desakan Penghentian dan Evaluasi Total:

Karena tata  kelola  yang kacau, militeristik, dan  keracunan  yang   terjadi   pada ribuan siswa. ICW   mendesak   agar    program ini dihentikan  sementara  dan lakukan segera evaluasi total.

Keterlibatan Kemhan Keliru:

ICW mengkritik  penunjukan  Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai mitra utama yang dinilai  tidak  fokus  pada konteks gizi dan lebih cenderung menggunakan sistem pendidikan militer.

Minim Transparansi: ICW menyoroti bahwa informasi mengenai pelaksanaan program ini cenderung tertutup.

2.Koperasi Desa / Kelurahan (KDK) Merah Putih. KOPDES Merah Putih, yang sayogia merupakan upaya pemerintah untuk dapat memperkuat ekonomi desa dengan target pembentukan 800.000 koperasi, mendapat perhatian serius ICW terkait risiko korupsi di tingkat lokal.

BACA JUGA:  Akibat Dispensasi Angkutan Batubara Di Jalan Umum - Menjamurnya Pos Cek Point Di Sum-Sel dan Di Lampung

Risiko pada APBDes: ICW menyoroti bahwa sektor Dana Desa adalah langganan kasus korupsi, kehadirannya KOPDes Merah Putih yang didanai oleh melalui APBN/transfer ke daerah, dikhawatirkan akan memicu tindak pidana korupsi jika pengawasan lemah.

Politisasi Desa: ICW sebelumnya menyoroti bahwa  kebijakan  berbasis di desa berisiko disalahgunakan  untuk  kepentingan  politis (patronase). Jika tak memiliki prinsip dasar struktur bodi yang harus di rancang terlebih dahulu kerangka pencegahan Korupsi.

Perlunya Tata  Kelola  Transparan : Karena KOPDES  masuk   dalam  program  prioritas yang  menerima stimulus fiskal.

ICW menekankan pentingnya akuntabilitas untuk menghindari pemborosan anggaran.

Ringkasan Pandangan ICW

Secara keseluruhan ICW melihat dari kedua program ini berpotensi besar menjadi ajang  “bancakan” dna dimanfaatkan segelintir elit dan pihak yang terhubung pada kekuasaan.

BACA JUGA:  Oknum PNS Kaling Mappala Kab. Gowa Sulsel : Disinyalir Tipu Gelap dan Pungli PTSL Ratusan Juta

ICW menuntut audit investigatif transparan terbuka di lakukan dari BPK dan KPK untuk memastikan agar dana negara triliunan tak disalahgunakan guna kepentingan tertentu, – **/

banner 325x300