BrataNewsTV || Pasca perbaikan tererosi / jebol tanah jaringan irigasi way bumi agung BBA.4., oleh pihak penyedia jasa PT Bajasa
Menunggal Sejati (BMS) masih menyisakan banyak persoalan dan kekhawatiran warga setempat. Warga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat segera mengusut tuntas dugaan pekerjaan rehabilitasi irigasi BBA.4 “Terkesan Asal Jadi”-
Sebelumnya pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung BBA.4., berlokasi di Desa Sri Jaya Kecamatan Sungkai Jaya merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS).
“Dikontrakan kepada PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) Nomor Kontrak – HK-0201- 04/ KST.WBA/AW9.1/V/2025. Nilai Kontrak Rp 12,8 Miliar lebih sumber APBN 2025. Masa pekerjaan 210 (hari kalender). Namun tidak di sangka pekerjaan baru seumur jagung di serahterimakan, pekerjaan tersebut sudah mengalami “EROSI” tanah pada sisi bagian gorong-gorong dan dibawah saluran irigasi.
Cana, warga setempat selaku pengguna air penerima manfaat.” Ia, menyesalkan sikap penyedia jasa PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) tidak kooperatif mengikuti keinginan masyarakat pada perbaikan pasca tererosi tanah jaringan irigasi. Dimana Balai Besar sendiri sudah menyarankan kepada Kepala Desa Sri Jaya. Agar masyarakatnya terlibat di dalam perbaikan ambrolnya tanah pada bagian gorong-gorong dan lebih krusial lagi di bawah saluran irigasi.

Dengan tidak melibatkan masyarakat pada perbaikan apa mungkin perbaikan jaringan ini akan semaksimal mungkin, tentu kami sebagai penerima manfaat pengguna air di Desa Sri Jaya dan sekitarnya tidak merasa puas, oleh karena itu kami meminta semua pihak stakeholder terkhusus Gubernur dan Bupati Lampung Utara.” Turun dulu kroscek pekerjaan mereka ini, sudah di sebut layak atau belum, kalau ini belum di sebut layak kami meminta di bongkar ulang.
“Jangan sampai pekerjaan mereka ini satu tahun mendatang sudah ambrol, tentunya yang rugi kita semua, terkhusus kami disini selaku pengguna air,” beber Cana bersama media, 3/2/2026.
Cana menambahkan, ia meminta pekerjaan rehabilitasi irigasi way bumi BBA.4 untuk di bongkar ulang, sehingga dapat meyakinkan kami masyarakat, bahwa pembangunan ini memberi manfaat, mendukung, menunjang ekonomi swasembada pangan masyarakat di Desa Sri Jaya dan sekitarnya,”tandasnya.

Senada diungkapkan Ilham yang menyoroti spesifikasi pekerjaan, Ilham berpendapat di peristiwa tererosi tanah jaringan irigasi way bumi agung BBA.4. Menurut pandangannya Ilham, yang pertama akibat dari kurangnya pemadatan tanah, sehingga bila terjadi ada rembesan air dan getaran maka tanah akan menurun.
Kemudian yang ke dua, tanah yang mereka gunakan tidak senyawa (campur) akhirnya karakteristik tanah tidak senyawa (agregat) dan mudah tererosi, karena fisik tanah yang longgar, gembur, hingga tak memiliki ikatan antar partikel yang kuat,” kata Ilham.
“Ia menambahkan meminta kepada semua pihak agar pekerjaan ini dibongkar ulang, ia menduga erosi tanah yang berada dibagian bawah saluran irigasi masih belum mereka perbaiki dan apabila tidak di perbaiki maka, maka kami yakin struktur bangunan irigasi tidak akan bertahan lama.” Ia juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dapat turun tangan mengusut tuntas dugaan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung BBA.4 ini yang dikerjakan “Asal Jadi” tutup Ilham.
Sementara dikesempatan yang sama Mitah selaku pengawas lapangan dari kontraktor PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS), saat di konfirmasi membenarkan atas erosi tanah jaringan irigasi way bumi agung.
“Namun sebagai tanggung jawab pihaknya telah melakukan perbaikan, pasca tererosi tanah pada bagian gorong-gorong, terkait erosi tanah di bawah saluran irigasi. Mitah mengatakan sudah dilakukan perbaikan di lakukan dengan cara penyuntikan tanah ke bawah saluran irigasi,” terangnya.
Berkaitan dengan teknis perbaikan jaringan irigasi yang tererosi ini kami mengikuti atas petunjuk saran dari Balai saja,” tukasnya, – (Red/BrataNewsTV)












