Ditengah Bencana, Pelukan Untuk Penyintas Leo Clubs International Hadir Untuk Tenangkan Trauma

Reporter Brata News TV
banner 120x600

BrataNewsTV – SUMUT – Pemulihan pascabanjir bandang dan longsor tidak berakhir saat air surut dan akses jalan kembali terbuka. Pada fase setelah tanggap darurat, masyarakat kerap menghadapi persoalan kesehatan yang menetap maupun berulang mulai dari keluhan fisik, terputusnya kontrol penyakit kronis, hingga beban psikologis yang memengaruhi fungsi keluarga, sekolah dan aktivitas kerja.

Merespons kebutuhan tersebut, jejaring relawan bersama Leo Clubs MD 307 Indonesia melaksanakan pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental yang mandiri bagi masyarakat terdampak banjir bandang di wilayah Sumatera selama bulan Desember 2025 hingga Januari 2026.

Pendampingan dirancang untuk membantu masyarakat, sebagai berikut 1. mengenali tanda bahaya (fisik maupun psikologis) secara dini, 2. melakukan dukungan awal yang aman bagi diri sendiri dan orang sekitar, serta, 3. menjaga rutinitas dasar pemulihan seperti tidur, hidrasi, nutrisi, kebersihan, dan penguatan dukungan sosial, 4. Intervensi ini juga mendorong akses rujukan yang tepat bagi kelompok rentan, termasuk anak, lansia serta warga dengan komorbid.

Kehadiran Leo Clubs dalam misi ini ditegaskan sebagai gerak kolektif anggota. Di lapangan para anggota hadir berdampingan dengan masyarakat terdampak memberikan dukungan, memastikan informasi pemulihan tersampaikan serta menguatkan solidaritas agar warga tidak menjalani fase pascabencana sendirian.

BACA JUGA:  Ansori Sabak : Ambil Sikap Persuasif Terkait Aksi Putar Balik Angkutan Batubara Di Lampung Utara

Renaldo Fajar Nugraha Susilo, President Leo Club MD 307 Indonesia, menegaskan bahwa kerja kemanusiaan perlu berbasis kebutuhan nyata dan berdampak terukur.

“Bencana memutus banyak hal sekaligus rutinitas, rasa aman, hingga akses terhadap layanan dasar. Oleh karena itu, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Kami mendorong pendampingan yang membangun kapasitas warga agar mampu pulih dan berfungsi kembali secara mandiri,” ujarnya kepada awak media pada Jumat (09-01-2026)

Sementara itu, Louis Valentino Chairus, Vice President Leo Club MD 307 Indonesia, menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak dan disiplin tata kelola relawan.

“Respons yang baik adalah respons yang terkoordinasi. Kami memastikan kerja lapangan berjalan rapi. Berjejaring dengan masyarakat lokal, menjaga akuntabilitas dan menguatkan kesinambungan pendampingan agar manfaatnya tidak terputus setelah kegiatan selesai,” katanya.

Hal ini ditambahkan oleh Angeline Chen sebagai MDT (Treasurer) Leo Club MD 307 Indonesia, ia memastikan bahwa setiap upaya kemanusiaan dikelola secara cermat, efisien dan berorientasi pada pemulihan jangka menengah hingga panjang, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dan mampu memperkuat kemandirian komunitas

BACA JUGA:  Kacabdin Wilayah IV dan Ketua MKKS SMA - Sambangi Rumah Duka

Pendampingan ini turut diperkuat oleh tim yang menjalankan fungsi teknis tata kelola dan pengorganisasian. R. Bg. Angelo Basario Marhaenis Manurung (Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Tarumanagara) sebagai Constitution and By Laws Committee Leo Club MD 307 Indonesia menekankan pentingnya desain pemulihan kesehatan mental yang dapat dipraktikkan komunitas.

“Pemulihan psikologis yang mandiri berarti warga dibekali keterampilan dasar yakni menenangkan diri saat stres meningkat, menjaga fungsi harian, serta mengetahui kapan perlu mengakses bantuan lanjutan. Prinsipnya sederhana aman, manusiawi dan dapat dilanjutkan setelah pendampingan selesai,” ujarnya.

Joseph Aguslow menambahkan bahwa Ketepatan desain operasional menentukan kualitas dampak program. Pada situasi pascabencana, hal kecil menentukan dampak besar dengan alur koordinasi, pembagian peran dan ketepatan dukungan yang diberikan

Aspek komunikasi publik dan penguatan jejaring juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan kegiatan. Melani Putri Saragih Rumahorbo dan Tiarma Simanjuntak berkontribusi dalam komunikasi jejaring lokal maupun di Jakarta, termasuk penguatan arus informasi lintas pihak serta desain visual untuk dokumentasi dan materi komunikasi. Peran ini membantu memastikan pesan edukasi, capaian kegiatan dan koordinasi dukungan tersampaikan secara jelas, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:  Ambruk Gedung DPRD Kab. Pesawaran Prov Lampung Bertanda Apakah Ini !!?

Pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental yang mandiri ini diarahkan menjadi model kerja komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan. Fokus akhirnya adalah mendorong komunitas untuk kembali berfungsi lebih sehat secara fisik, lebih stabil secara psikologis serta memiliki kemampuan mengambil keputusan kesehatan secara mandiri dalam keseharian. Dalam semangat we serve, Leo Clubs hadir bersama masyarakat terdampak melalui kerja kolektif para anggota yang bergerak, mendampingi dan menguatkan pemulihan. (TS/Megy)

banner 325x300