PALOPO, BrataNewsTV – Gelombang panas menerjang dunia pers di Kota Palopo. Ady Nuryadin secara terbuka menyatakan perang total terhadap Kahar, Pemimpin Redaksi (Pimred) Indeks Media. Bukan sekadar bantahan biasa, Ady menjanjikan akan membongkar seluruh jaringan dugaan praktik curang yang melibatkan sang jurnalis senior, mulai dari bisnis pelangsir, pengurusan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga keterlibatan dalam arena sabung ayam.
Pernyataan keras ini dilontarkan Ady pada Selasa (1/9/2026) sebagai respons atas pemberitaan Indeks Media yang dinilai mencatut namanya tanpa dasar bukti yang kuat. Alih-alih takut, Ady justru memilih strategi “serangan balik” dengan membuka kotak Pandora rahasia Kahar.
Dalam konfirmasinya, Ady Nuryadin tidak main-main. Ia mengklaim memiliki dokumen, saksi, dan data konkret yang siap dihadapkan ke publik.
“Jika beliau berani memberitakan saya tanpa bukti yang kuat, maka saya juga berani membongkar apa yang beliau lakukan. Mulai dari pelangsir, urusan BBM, sampai sabung ayam semuanya akan saya bongkar. Biar masyarakat yang menilai siapa yang sebenarnya benar dan siapa yang salah,” tegas Ady dengan nada dingin namun penuh keyakinan.
Tuduhan ini sangat serius. Keterlibatan seorang Pemimpin Redaksi—yang seharusnya menjadi penjaga gawang etika dan kebenaran—dalam aktivitas seperti sabungan ayam (yang sering dikaitkan dengan perjudian ilegal) dan manipulasi BBM/pelangsir, adalah pukulan telak bagi kredibilitas institusi media yang dipimpinnya.
Ady menegaskan bahwa ia siap menghadapi jalur hukum jika tuduhannya terbukti keliru. Namun, ia mempertanyakan posisi moral Kahar sebagai Pimred.
“Keseimbangan kebenaran itu penting. Selama ini hanya satu sisi yang terdengar. Sekarang saatnya sisi lain juga diberi ruang. Biar masyarakat yang menilai sendiri,” tambah Ady.
Pernyataan ini menyoroti adanya potensi penyalahgunaan wewenang media untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Jika dugaan ini benar, maka Indeks Media tidak lagi berfungsi sebagai pilar demokrasi yang objektif, melainkan alat propaganda untuk menutupi jejak bisnis abu-abu pemilik atau pimpinannya.
Perkembangan ini bukan sekadar drama personal antar-individu, melainkan ujian bagi kredibilitas jurnalisme di Palopo. Masyarakat dan rekan sejawat berhak mengetahui:
1. Apakah pemberitaan selama ini murni berdasarkan fakta jurnalistik, atau dibelokkan untuk melindungi kepentingan bisnis tertentu?
2. Seberapa dalam keterlibatan Kahar dalam jaringan pelangsir dan distribusi BBM non-prosedural?
3. Apa peran media dalam memfasilitasi atau menutupi aktivitas sabung ayam yang meresahkan?
BrataNewsTV mendesak Dewan Pers dan aparat penegak hukum untuk memantau perkembangan ini secara ketat. Jangan biarkan media menjadi tameng bagi praktik-praktik ilegal.
“Kebenaran tidak boleh ditutup selamanya. Apa yang disembunyikan pasti akan terlihat. Dan saat itu tiba, biarkan kebenaran yang berbicara,” tutup Ady Nuryadin.
Publik kini menunggu: Akankah Kahar memberikan klarifikasi transparan, ataukah “bom waktu” yang disiapkan Ady Nuryadin akan meledak dan meruntuhkan reputasi Indeks Media?
(Penulis/Editor: Redaksi BrataNewsTV | Robby Rambi)














