Baca dan Nonton Berita dalam Satu Genggaman
LoginIndeks

OTAK DANA HARAM TERTANGKAP! Frans Antoni, “Banker” Sindikat Fredy Pratama, Diboyong dari Malaysia Usai 168 Kali Selundupkan Miliaran Rupiah ke Thailand

Reporter di Brata News TV
banner 120x600

JAKARTA  BrataNewsTV – (20/6/2026) – Rantai pasokan uang kotor sindikat narkotika internasional pimpinan buronan Fredy Pratama akhirnya terputus sebagian. Bareskrim Polri berhasil meringkus Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas yang berperan sebagai “jantung keuangan” jaringan tersebut.

Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat komersial melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (19/6/2026). Ia masuk dengan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena diketahui memasuki wilayah Malaysia secara ilegal untuk menghindari jejak.

Penyidikan mengungkap modus operandi Frans Antoni yang sangat sistematis dan berulang. Selama periode 2017 hingga 2023, ia diduga menjadi otak operasional pencucian uang hasil kejahatan narkotika.

Fakta yang mencengangkan: Frans tercatat melakukan 168 perjalanan dari Indonesia ke Thailand khusus untuk mengangkut uang tunai. Setiap kali terbang, ia membawa minimal Rp1 miliar. Dana-dana ini sebelumnya telah “dicuci” secara kasar melalui sejumlah money changer di Indonesia, lalu dikonversi menjadi pecahan kecil Dolar Singapura (SGD) untuk menghindari deteksi bea cukai.

BACA JUGA:  Pemdes Muara Dua Abung Tinggi Salurkan Bantuan Beras Pangan Kepada KPM

“Ini bukan sekadar kurir biasa. Ini adalah mesin penggerak likuiditas sindikat,” ungkap sumber internal penyidik.

Selain menjadi kurir udara, Frans Antoni juga bertindak sebagai penampung dana besar. Penyidik menemukan bukti bahwa ia menerima setoran tunai senilai total 1,2 juta Dolar Singapura (sekitar Rp14 miliar) dari Kosnadi Irwan alias Uncle, salah satu kaki tangan kunci Fredy Pratama.

Untuk menyembunyikan aliran dana tersebut, Frans memanfaatkan tiga rekening bank BCA yang atas nama adik kandungnya, Steven Antoni. Rekening-rekening ini berfungsi sebagai “wadah penampungan” sebelum dana dialirkan kembali ke jaringan inti atau digunakan untuk membiayai operasional narkoba lintas negara.

Kedatangan Frans Antoni ke Tanah Air langsung disambut dengan pemeriksaan intensif oleh Tim Delegasi Polri. Fokus utama penyidik kini bukan hanya pada Frans, melainkan pada peta jaringan yang lebih besar.

BACA JUGA:  BUMDES : Lampung Jaya Tebar Bibit Ikan : 22000 Ekor

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa penangkapan Frans adalah langkah strategis untuk melumpuhkan struktur keuangan sindikat.

“Frans Antoni bukan sekadar pelaksana. Ia adalah pengendali keuangan dan penghubung internasional. Dengan tangkapannya, kami berharap bisa memetakan sisa aset dan mempercepat pengejaran terhadap Fredy Pratama yang masih menjadi buronan Interpol (Red Notice),” ujar Johnny kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Johnny juga mengapresiasi kerja sama erat dengan otoritas Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur yang memungkinkan penangkapan tanpa hambatan diplomatik yang rumit.

Polri memberikan sinyal tegas bahwa kasus ini tidak akan berhenti di penangkapan individu. Langkah selanjutnya adalah pelacakan dan penyitaan aset-aset hasil tindak pidana narkotika yang tersebar di berbagai yurisdiksi.

“Ruang gerak pelaku kejahatan transnasional semakin sempit. Kami akan mengejar sampai ke akar-akarnya, termasuk menyita setiap rupiah yang berasal dari darah dan air mata korban narkoba,” tegas Johnny.

BACA JUGA:  Menyeruak Kejari Lampung Utara Dalami Kasus Korupsi Hs Muhtaridi Oknum Kades Kedaton

Dengan tertangkapnya “banker” sindikat, pertanyaan besar kini mengarah pada Fredy Pratama: Berapa lama lagi ia bisa berlari ketika sumber dananya mulai dikeringkan satu per satu?

(BrataNewsTV/Liputan Khusus)

banner 325x300