PW SEMMI SULSEL KECAM SIKAP BINTANG WAHYU SAPUTRA: JANGAN AJARKAN KADER MEMBANGUN SEKAT DI TUBUH SEMMI

Reporter dari Brata News TV
banner 120x600

MAKASSAR, – BarataNewsTV //Minggu 27 September 2026// Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan menyampaikan kritik keras terhadap sikap Bintang Wahyu Saputra, demisioner Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, terkait pernyataannya dalam grup fungsionaris PB SEMMI yang mengecualikan salah satu kandidat dari agenda bersama dan dilanjutkan dengan kalimat “sudah tidak boleh di SEMMI.”

Pernyataan tersebut dinilai PW SEMMI Sulsel sebagai sikap yang sangat disayangkan, terlebih datang dari seseorang yang sebelumnya berada pada posisi tertinggi dalam kepemimpinan PB SEMMI.

Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, akun yang tercantum sebagai “BWS Ketum PB SEMMI” menyampaikan:

“Semua kandidat hari ini ketemu saya dan menteri hukum jam 10.30 ya saya ingin kenalkan kawan kawan penerus semmi. Pesan tersebut kemudian diikuti dengan:
“Kecuali Gibran” dan: “Sudah tidak boleh di semmi.”

BACA JUGA:  PEMBANGUNAN RUANG ROMBEL SMPN 54 JADI SOROTAN, SUDAH BERJALAN 3 BULAN, WARGA PERTANYAKAN PAPAN INFORMASINYA DI MANA?

PW SEMMI Sulsel menilai pernyataan tersebut layak menjadi perhatian serius seluruh kader SEMMI karena menyangkut etika kepemimpinan dan bagaimana seorang pemimpin memperlakukan kader

Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan persoalan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

“Kami mengecam keras sikap tersebut. Seorang mantan Ketua Umum seharusnya memberikan contoh kedewasaan, bukan justru menunjukkan sikap yang dapat menciptakan sekat di antara kader. Bagi kami, ini bukan contoh kepemimpinan yang baik,” tegas Indra

Menurutnya, SEMMI bukan organisasi milik individu. jika memang ada persoalan terhadap kader harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan melalui pernyataan personal.

“Siapa pun yang pernah menjadi Ketua Umum harus memahami bahwa SEMMI adalah rumah besar seluruh kader. Tidak ada satu orang pun yang berhak menempatkan dirinya seolah-olah menjadi penentu siapa yang boleh atau tidak boleh berada di SEMMI,” ujarnya.

BACA JUGA:  PDAM WILAYAH I ANDALAS TANGGAPI KELUHAN AIR BERBAU: METERAN JADI DASAR TAGIHAN, PELANGGAN MENGELUH AIR TAK LAYAK PAKAI

Bintang Wahyu Saputra sendiri telah resmi berstatus demisioner setelah LPJ PB SEMMI diterima dalam Kongres IX pada Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bintang juga menyerukan agar semangat “SEMMI Satu” dan persatuan kader terus dijaga.

PW SEMMI Sulsel menilai, pesan tersebut semestinya tercermin dalam sikap dan tindakan seorang mantan Ketua Umum.

“Jangan bicara tentang SEMMI Satu kalau yang ditinggalkan justru sekat. Jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan kepada kader tidak pernah berakhir,” pungkasnya

Ia menegaskan, kritik ini disampaikan demi menjaga marwah organisasi dan agar persoalan serupa tidak menjadi budaya di tubuh SEMMI.

BACA JUGA:  Korem 043/Gatam Gembleng 120 Prajurit Melalui Ujian Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer

“Kami ingin SEMMI menjadi rumah perjuangan, bukan ruang untuk saling mengucilkan. Jangan wariskan ego personal kepada kader. Wariskan gagasan, karya, persaudaraan, dan keteladanan,” tutupnya, (Robby. R)

banner 325x300