BrataNewsTV || Di tengah gegap gempita berita, Dr (HC) Ir. Arinal Djunaidi, mantan Gubernur Lampung periode 2019-2024, resmi menjadi tersangka korupsi dan kini mendekam di Lapas Wayhui. Pada Selasa malam (28/4/2026), sosok yang biasanya melenggang dengan mobil mewah Alpard kini harus meninggalkan Kejati Lampung dengan mobil tahanan yang baru.
Dengan rompi tahanan berwarna pink yang kontras dan tangan terborgol, Arinal terlihat menunduk saat keluar dari gedung Kejati Lampung pukul 21.20 WIB. Wajahnya tertutup masker, seolah ingin menghindari sorotan kamera puluhan wartawan yang siap mengabadikan momen dramatis ini.
Tak jauh dari situ, istri tercintanya, Riana Sari, beserta keluarga tiba tepat pukul 21.00 WIB. Dengan tegar, Riana menyatakan dukungannya untuk Arinal, bertekad membuktikan bahwa suaminya tidak terlibat dalam skandal korupsi BUMD PT Lampung Energi Berjaya (LEB) yang mengguncang publik. “Kami akan buktikan tuduhan ini di pengadilan,” ujarnya penuh keyakinan.
Bersama tiga tersangka lain dari PT LEB yang sudah lebih terdahulu ditahan yakni Direktur Utama M. Hermawan Eriadi, dan Direktur Operasional Budi Kurniawan dan Komisaris Heri Wardoyo.
“Arinal kini terjerat dalam jaringan korupsi berawal dari aliran dana mencurigakan, lalu Penyelidikan Kejati Lampung pun semakin mendalam, dengan total barang sitaan dari Arinal mencapai kisaran Rp38.588.545.675, termasuk tujuh mobil mewah dan logam mulia.
**KRONOLOGIS KASUS LEB:**
– **2018–2019:** Pemprov Lampung mendirikan PT LEB untuk mengelola dana dari Pertamina.
– **2019–2021:** PT LEB menerima dana sebesar US$17,28 juta yang diduga diselewengkan.
– **2022–2023:** Laporan masyarakat memicu penyelidikan, dengan penemuan aset senilai Rp30 miliar.
– **2024:** Total penyitaan meningkat menjadi Rp84 miliar, nama Arinal muncul dalam aliran dana.
– **September 2025:** Penggeledahan rumah Arinal mengungkap aset senilai Rp38,5 miliar, menjadikan total sitaan Rp122 miliar.
Kini, semua mata publik tertuju pada akhir September 2025, saat Kejati diperkirakan akan menetapkan Arinal dan para petinggi PT LEB lainnya sebagai tersangka utama. Drama hukum ini terus berlanjut, dan kami akan terus mengupdate perkembangan selanjutnya! (Red)














