BrataNewsTV || Mendadak viral pernyataan Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah (Mendikdasmen) mengundang reaksi dan kritikan pedas warga net kepada data yang di sebutkan Abdul Mu’ti, terdapat 53 juta guru di Indonesia dan sudah ada 43 juta sekiannya mendukung program MBG di
lanjutkan.
Pernyataan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti di sampaikannya sesudah menemui Prabowo Subianto, pada Kamis, 11/6/2026 di Istana Merdeka.
Kegaduhan di media sosial mengenai “53 juta guru tersebut bermula dari salah ucap (slip of the tongue) yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Pernyataan salah ucap disampaikan Abdul Mu’ti dalam konferensi pers pada Sabtu 13 Juni 2026, setelah mendapat protes keras dari warga net khususnya perwakilan guru – guru, di sosial media.
Dalam konferensi pers mengenai evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sang Menteri Abdul Mu’ti sebenarnya bermaksud menyampaikan data tentang murid, tetapi keliru menyebutkan jumlah guru.
Maksud Abdul Mu’ti Mendikdasmen pada klarifikasinya menyatakan bahwa sekitar 53 juta murid di seluruh Indonesia, lebih dari 43 juta murid telah menerima manfaat program MBG dan sebagian besar berharap program tersebut dilanjutkan.
Namun pernyataannya di Istana Merdeka, beliau sempat salah menyebutkan “53 juta guru”. Secara fakta data dari Kementerian Pendidikan, total jumlah guru di Indonesia secara keseluruhan hanya berada di angka sekitar 3,4 juta orang.
Pernyataan Abdul Mu’ti lansung mendadak viral dan mengundang respons warganet memicu perdebatan di berbagai platform digital. Karena jika total jumlah penduduk Indonesia hanya berkisar di angka 280-290 jutaan, penyebutan “53 juta guru” secara matematis tentu tidak masuk akal, tanggap warga net,- (ST/Red)













