Binter TNI Dalam Ritual Bakar Batu Satgas Yonif 521/DY Membangun Komunikasi Sosial dengan Masyarakat Papua

banner 120x600

BrataNewsTV – Papua, –Tradisi “Bakar Batu” adalah upacara adat yang sakral dan penting di Papua, Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat dan dihadiri juga oleh anggota TNI Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima, Distrik Kurima Kab. Yahukimo, Papua Pegunungan yang bertugas di wilayah tersebut sebagai bagian dari interaksi sosial dan penghormatan budaya.

Dengan Danpos Kurima, Lettu Inf dany rizki Hardiyanto,S.Tr.Han, bersama masyarakat Distrik Kurima bahu-membahu melaksanakan bakar batu. Lebih dari sekadar perayaan budaya, kegiatan ini adalah bentuk nyata Komunikasi Sosial antara personel TNI dengan masyarakat yang merangkul kearifan lokal, guna memelihara stabilitas keamanan melalui ikatan sosial yang erat.

BACA JUGA:  Korem 043/Gatam Gelorakan Semangat Zero Waste, Karya Bakti Bersihkan Terminal 16 Mulyojati

Prajurit dan masyarakat bersama sama menggali lubang tanah, menyusun batu-batu, hingga membakar kayu bakar. Ubi, keladi, pisang, dan daging kemudian dimasak di atas tungku batu yang membara. Tradisi sakral ini bukan hanya tentang makanan, namun syarat makna sebagai simbol rasa syukur, kesederhanaan, dan eratnya persaudaraan di wilayah terdepan Indonesia.

” Kami mengucapkan Terima kasih bapak TNI di Pos Kurima yang sudah hadir di acara bakar batu yang sudah membantu kita punya acara semoga tuhan memberkati wa wa wa.” ucap Bapak selvanus.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Kehadiran personel TNI di acara adat bakar batu merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI-Rakyat, Sebagai wujud mempererat kebersamaan, persaudaraan, dan membangun kepercayaan dengan masyarakat setempat, sejalan dengan nilai gotong royong, syukur, dan persatuan bangsa.

BACA JUGA:  Pemdes Gunung Labuhan Tidak Mampu Selesaikan Hutang Desa Akibat Dana Bagi Hasil Pajak Retribusi Lampung Utara Terindikasi Lenyap Ditelan Bumi

Kegiatan ini menunjukkan peran TNI yang adaptif dan bersinergi dengan kearifan lokal, menjadikan tradisi Bakar Batu lebih dari sekadar ritual kuliner, tetapi juga perekat sosial dan stabilitas di Papua.

Ini menjadi sarana Satgas Yonif 521/DY menunjukkan kehadiran humanis, bukan hanya penjaga keamanan, Tetapi juga akan tercipta kedamaian dan stabilitas di wilayah penugasan serta Menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Pangdam XXI/Radin Inten Resmikan Jembatan Gantung Garuda di Pekon Umbar, Tanggamus

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

banner 325x300