BERITA  

DEMI MBG, 8 SISWA SMPN 1 TALANG PADANG TUMBANG! DISINYALIR KERACUNAN! PENYEDIA LAYANAN TETAP NGOTOT: BUKAN DARI KAMI, MEREKA MAKAN SATE!

banner 120x600

TANGGAMUS – BrataNewsTV || – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini kembali disinyalir racuni 8 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. 8 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas setempat, Rabu (22/7/2026).

Mereka mengalami mual, muntah, sakit kepala, hingga diare akut sesaat setelah menyantap menu MBG pukul 10.00 WIB.

Fakta medis dari pihak Puskesmas Talang Padang mengindikasikan terkontaminasi kuat adanya keracunan makanan.

Kadis Kesehatan Tanggamus, Hernov dan Kapus dr. Indah, membenarkan bahwa lima siswa telah dipulangkan karena gejala ringan, sementara tiga lainnya masih dalam perawatan intensif akibat gejala sedang.

“Penyebab pastinya masih menunggu hasil dari uji laboratorium di Bandar Lampung, apakah akibat toksin atau bakteri,” jelas dr. Indah. Namun, di tengah derita siswa yang masih terbaring lemas, respons dari pihak penyedia layanan justru semakin memicu kemarahan publik.

BACA JUGA:  Makin Terurai Benang Kusut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Di KPU Lampung Utara

Kepala SPPG Sinar Betung, Muzaki, dengan tegas menolak tuduhan bahwa menu MBG menjadi biang keladi keracunan.

Alasannya? Karena hanya satu sekolah dari 13 sekolah layanannya yang melaporkan kasus, dan para siswa diduga mengonsumsi sate di lingkungan sekolah.

“Harus dari pemeriksaan laboratorium baru bisa dipastikan. Yang kami ketahui, bahwa beberapa anak sebelumnya juga memakan sate di sekolah,” kilah Muzaki.

Pernyataan defensif ini dinilai sebagai upaya pengalihan isu yang tidak empatik. Dalam prinsip keamanan pangan (food safety), jika klaster penyakit muncul secara bersamaan setelah konsumsi produk tertentu, maka produk tersebut wajib untuk dihentikan sementara demi investigasi, bukan dibela dengan asumsi “yang lain tidak kenapa-kenapa”. Logika “hanya satu sekolah yang kena” tidak menghapus fakta bahwa delapan nyawa anak-anak sedang dipertaruhkan.

BACA JUGA:  Disinyalir Langggar "SOP-BGN" OPERASIONAL SPPG Yayasan Alrafaeyza Malik Nurman

Publik menuntut transparansi total:
1. Hentikan Distribusi Sementara: Menu dari SPPG Sinar Betung harus segera ditarik dari SMPN 1 Talang Padang hingga hasil lab keluar.

2. Audit Silang: Periksa tidak hanya menu MBG, tetapi juga hygiene dapur dan rantai pasok bahan baku. Apakah ada kemungkinan kontaminasi silang dengan jajanan lain seperti sate?

3. Akuntabilitas Penyedia: Jika hasil lab membuktikan adanya toksin atau bakteri dari menu MBG, sanksi tegas harus dijatuhkan. Jangan biarkan alasan “belum pasti” menjadi tameng bagi kelalaian penyedia jasa.

Kesehatan generasi emas tidak boleh untuk dijadikan taruhan nyawa dalam eksperimen birokrasi.

Setiap keluhan siswa adalah sesuatu alarm darurat   harus   ditanggapi   dengan  serius, bukan dengan dalih pembenaran diri.

BACA JUGA:  Kepala Desa Suka Jaya Pimpin MUSRENBANGDes

Apakah pihak SPPG Sinar Betung berani bertanggung jawab penuh jika hasil “lab” nanti membuktikan sebaliknya? (Red)

banner 325x300