LAMPUNG UTARA, BrataNewsTV – Dalam keraguan publik akhirnya terjawab dengan kabar yang memilukan. Tim Investigasi dari BrataNewsTV telah berhasil mengonfirmasi kebenaran keberangkatan Indah Fajarwati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berasal dari Desa Hanakau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara.
Fakta di lapangan ini membuktikan bahwa Indah Fajarwati tidak mendarat di Dubai sebagaimana janji kontrak, melainkan “dilempar” ke Iran, negara yang tengah dilanda ketegangan geopolitik tinggi.
Konfirmasi ini diperoleh langsung dari ibu kandung korban, Hermiana, saat ditemui di kediamannya, Senin (3/8/2026).” Dengan suara parau menahan tangis, Hermiana menceritakan kronologi awal yang penuh harap sebelum berubah menjadi mimpi buruk.
Menurut penuturan Hermiana, dari seluruh proses bermula dari jemputan sebuah agen travel yang mengantarkan Indah Fajarwati dari Lampung ke Jakarta sekitar satu bulan lalu, Indah berangkat dari rumah menuju PT Elang Putra Dewantara (EPD) di Jakarta.
Keberangkatan Indah ingin bekerja menjadi TKI tujuan ke Dubai, Uni Emirat Arab.” Kami percaya karena ada perjanjian tertulis dan janji manis soal gaji besar di Dubai. Indah berangkat dengan hati senang, mengharap perubahan ekonomi masa depan yang lebih baik. Tapi nyatanya? indah Fajarwati malah diterbangkan ke Iran ,” ungkap Hermiana dengan nada getir.
Hingga saat ini, tidak ada kejelasan apakah pemindahan tujuan negara tersebut sudah diketahui oleh Indah atau merupakan hasil manipulasi dokumen sepihak oleh oknum agen. Yang pasti, komunikasi dengan Indah telah putus total, meninggalkan keluarga di dalam kecemasan yang mencekam.
Dampak psikologis dari kasus ini sangat terasa bagi keluarga yang ditinggalkan. Hermiana mengaku jatuh sakit akibat tekanan batin yang tak tertahankan. Setiap hari ia menunggu kabar dari anak semata wayangnya yang kini terjebak di zona yang sedang konflik tanpa perlindungan konsuler yang memadai.
“Saya sudah tidak kuat berpikir. Badan saya lemah, pikiran saya kacau. Saya hanya ingin anak saya pulang. Tolong, Pemerintah Indonesia, jangan biarkan kami sendirian,” pinta Hermiana sambil menangis.
Ayah Indah juga terlihat termenung, dan tak kuasa menyembunyikan rasa marah serta kecewa terhadap PJTKI – PT Elang Putra Dewantara yang dinilai telah memperdaya keluarga mereka.
BrataNewsTV! mencatat adanya b bentuk kelambanan respons dari instansi terkait. Kasus ini bukan sekadar sengketa perdata, melainkan kasus ini terindikasi kuat tindak pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara.
Kami mendesak Presiden RI, Menteri Luar Negeri, dan Kepala BP2MI untuk:
1. Lacak Posisi Indah Fajarwati : Gunakan jalur diplomasi darurat untuk memastikan keberadaan Indah di Iran.
2. Evakuasi Segera: Bawa pulang Indah sebelum situasi keamanan di Iran semakin memburuk.
3. Segel & Usut PT EPD: Lakukan segera penyidikan pidana terhadap pengurus PT Elang Putra Dewantara dalam dugaan atas penipuan dan TPPO. Jangan biarkan kasus serupa memakan korban lain.
Rakyat kecil seperti keluarga Hermiana tidak memiliki kekuatan untuk melawan sindikat internasional. Hanya negara yang bisa menjadi. pelindung terakhir. Jangan biarkan air mata ibu ini mengalir sia-sia.
(Lapsus: Tim Investigasi BrataNewsTV dari Lampung Utara)














