Pesawaran : Suryati Lansia Tunawicara : Di Rumah Atap Bocor!

banner 120x600

PESAWARAN, BrataNewsTV – Ironi pahit pembangunan di Kabupaten Pesawaran kembali terkuak. Di saat infrastruktur terus digenjot dan wajah daerah kian modern, Suryati (68), seorang lansia penyandang tunawicara sejak lahir, justru hidup dalam keterpinggiran yang menyedihkan. Ia terpaksa bertahan di sebuah rumah tak layak huni di Desa Paya, Kecamatan Padang Cermin, yang lebih menyerupai gubuk reot dari pada tempat berlindung.

Penelusuran media pada Kami, 6/8/2026. Kondisi rumah Suryati bukanlah sekadar “kurang nyaman”, melainkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Situasi ektrim sangat membahayakan nyawa. Tanpa pondasi memadai, air hujan bebas merembes masuk setiap kali badai datang. Atap bocor di mana-mana, dinding rapuh siap roboh, dan lantai tanah yang selalu lembab menjadi sarang penyakit bagi tubuh renta perempuan bisu itu. Bagi Suryati, musim hujan bukanlah berkah, melainkan ancaman keselamatan yang menakutkan.

BACA JUGA:  Pergerakan : Oknum Kades Kedaton " Dugaan Korupsi " DD dan ADD Sudah Terbaca

“Yang lebih memilukan adalah nasib bantuan yang seolah tenggelam dalam birokrasi. Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa Pemerintah Desa setempat telah mengusulkan Suryati sebagai penerima program bedah rumah. Namun, hingga detik ini, usulan tersebut masih “menunggu tindak lanjut” dari pemerintah daerah.

Bagi warga rentan seperti Suryati, penundaan administratif sama saja dengan membiarkan penderitaan berlanjut. Kapan lagi ia bisa merasakan atap yang tidak bocor? Kapan lagi ia bisa tidur tanpa was-was diterjang banjir bandang di dalam kamarnya sendiri?

Karena keterbatasan komunikasi Suryati, putrinya, Asmah, menjadi satu-satunya corong harapan keluarga. Dengan nada suara bergetar menahan tangis, Asmah menyampaikan permohonan sederhana yang seharusnya menjadi hak dasar warganya:

“Kami hanya ingin ibu bisa tinggal di tempat yang lebih layak. Setidaknya tidak kebanjiran saat hujan dan lebih aman untuknya di usia yang sudah renta,” ujar Asmah mendampingi ibunya yang hanya mampu tersenyum getir.

BACA JUGA:  Disinyalir Melanggar Empat KEPP - KPU Lampung Utara Akan Segera Dilaporkan Ke DKPP-RI

Kalimat itu adalah jeritan sunyi dari ribuan warga Pesawaran lainnya yang mungkin bernasib serupa. Rumah layak bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar untuk menjaga martabat manusia.

BrataNewsTV mendesak Dinas Sosial P3A Kabupaten Pesawaran dan instansi terkait untuk segera melakukan verifikasi lapangan hari ini juga. Jangan menunggu siklus anggaran atau prosedur yang berbelit-belit sementara fisik lansia semakin rapuh dimakan waktu.

Selain itu, kami mengajak masyarakat Pesawaran untuk tidak diam melihat kondisi ini. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial bisa menjadi pertolongan pertama sebelum uluran tangan resmi pemerintah tiba. Satu paku, satu lembar seng, atau sedikit tenaga warga, bisa menyelamatkan nyawa seseorang.

Suryati tidak meminta istana. Ia hanya meminta atap yang kering dan lantai yang aman. Apakah kita akan membiarkannya menunggu selamanya di tengah gemuruh pembangunan yang katanya untuk kesejahteraan rakyat?

BACA JUGA:  Disinyalir : Terlibat Usaha PETI Emas Oknum TNI AD Aktif Di Kodim 0427 Way Kanan

(Laporan: Carles/Redaksi BrataNewsTV)

banner 325x300