TOKOH BETAWI TEGASKAN: JAKARTA RUMAH BERSAMA, ASPIRASI WARGA PATI HAK KONSTITUSIONAL YANG HARUS DIJAMIN

banner 120x600

JAKARTA, BrataNewsTV – Di tengah situasi memanasnya rencana aksi nasional Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada 27 Agustus 2026, sebuah pernyataan tegas dari tokoh masyarakat Betawi, Bang Damin Sada, menjadi penanda penting bahwa semangat persatuan masih hidup di ibu kota.

Putra asli Betawi ini menegaskan bahwa Jakarta adalah rumah kita bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tidak ada pihak yang berhak menghalangi warga daerah manapun untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstitusional.

Pernyataan Bang Damin muncul sebagai respons atas polemik kedatangan massa AMPB ke Jakarta. Ia menekankan bahwa rasa persaudaraan dan kesatuan harus tetap dijaga, terutama dalam momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan RI.

“Tidak ada hak orang Betawi untuk dapat menghalangi saudara kita menyampaikan aspirasi. Jakarta adalah rumah bersama,” ujarnya dengan nada tegas namun sangat menyejukkan.

BACA JUGA:  Korem 043/Gatam Gembleng 120 Prajurit Melalui Ujian Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer

Fakta ini menampar narasi eksklusivitas yang kerap mengemuka di tengah konflik ketegangan sosial. Secara hukum, Pasal 28E UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.

Pernyataan Bang Damin ini bukan sekadar sikap personal, melainkan untuk pengingat bahwa toleransi peradaban, penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah bentuk fondasi mental demokrasi yang tidak boleh ditawar – tawar bahkan oleh penduduk asli sekalipun..

Namun, di balik pernyataan menyejukkan tersebut, tersimpan realitas pahit yang tak bisa diabaikan. Sebagian besar dari rakyat, termasuk mereka yang berencana turun ke jalan pada 27 Agustus, belum merasakan keadilan, terutama penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Aksi dari AMPB sendiri merupakan manifestasi dari ketidakpuasan terhadap sistem yang dinilai masih timpang.

BACA JUGA:  Menggenjot Pembangunan Infrastruktur Kades Suka Jaya

Di sinilah ada letak ketajaman pesan Bang Damin: ia tidak membungkam kritik atau aspirasi, justru membukakan ruang dialog yang sehat. Sikap ini seharusnya menjadi teladan bagi seluruh elit politik dan aparat keamanan yang kerap merespons tindakan demonstrasi dengan cara represif alih-alih dengan substantif.

Publik menilai pernyataannya Bang Damin Sada sebagai angin segar hidupnya rasa solidaritas persatuan dan kesatuan bangsa meskipun berbeda pendapat tanpa saling harus meniadakan peradaban ini.

Kami mendesak aparat keamanan dan pemerintah untuk menjamin keamanan penyampaian aspirasi pada 27 Agustus mendatang, sekaligus memastikan bahwa tuntutan terkait keadilan hukum dan HAM ditanggapi secara serius, bukan hanya diredam dengan simbol-simbol kerukunan.

BACA JUGA:  Suami Tangkap Istri Sedang Berduaan Bersama Laki-laki Selingkuhan Dikamar Hotel

Persatuan sejati dibangun di atas keadilan, bukan di atas pembungkaman. Jakarta ibu kota negara, harus tetap menjadi cermin dari nilai-nilai tersebut.

(Penulis/Editor: Redaksi BrataNewsTV)

 

banner 325x300