Lampung Utara, BrataNewsTV– Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan “ukhuwah islamiyah”, Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo, KH Nour Muhammad Qomarudin, menggelar pertemuan penuh kehangatan bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara.
- Kedatangan KH Qomarudin beserta rombongan di Sesat (Rumah Adat) Blambangan, pada Minggu (1/11/2026) pukul 14.15 WIB, disambut hangat oleh Kepala Desa Blambangan, Kepala Desa Pagar, serta ratusan warga masyarakat. Kehadiran ini menjadi bukti nyata komitmen pondok pesantren untuk tetap dekat dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat sekitar.
Dalam pertemuan yang dikemas dalam suasana dialogis tersebut, dibahas secara terbuka dan dewasa terkait pemberitaan media mengenai Ariyadidl Nusantara Global Islamic Boarding School (ANAGIBS) yang berdomisili di kecamatan setempat.
- Pembahasan ini menyangkut peristiwa hukum yang melibatkan oknum pengajar, yang saat ini sedang berproses di Polresta Lampung Utara.
Pertemuan ini menjadi contoh baik bagi publik tentang bagaimana sebuah lembaga pendidikan menghadapi tantangan dengan prinsip tabayyun (klarifikasi) dan keterbukaan, alih-alih menghindar dari tanggung jawab sosial. Menyikapi hal tersebut, KH Nour Muhammad Qomarudin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Kecamatan Blambangan Pagar.
- Peristiwa ini merupakan musibah dan ujian bagi kami, yang tentu sangat tidak kami harapkan. Namun, kami jadikan ini sebagai pelajaran berharga. Kami berkomitmen penuh untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi oknum yang melanggar nilai-nilai luhur di lingkungan Ponpes Wali Songo. Kami bertekad agar ini menjadi yang terakhir dan tidak akan pernah terulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, KH Qomarudin menekankan pentingnya momentum ini untuk meluruskan prasangka dan memperkuat persaudaraan. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat Blambangan Pagar untuk memberikan masukan dan saran demi kebaikan bersama.
- Kami sangat berharap adanya kolaborasi harmonis antara Ponpes Wali Songo dengan para tokoh setempat, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis, aman, dan mencerahkan di lingkungan ANAGIBS,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Blambangan, Adi Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif silaturahmi yang dibangun oleh Pimpinan Ponpes Wali Songo. “Semoga pertemuan ini semakin mengokohkan tali persaudaraan kita, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang semakin kondusif,” ungkapnya.
- Adi Kurniawan juga berharap agar ke depannya, sinergi ini terus terjaga, terutama dalam setiap kegiatan sosial dan keagamaan di Ponpes ANAGIBS.
“Dengan melibatkan masyarakat Blambangan dan Pagar secara aktif, kita dapat mencegah kesalahpahaman dan bersama-sama mengawal pendidikan anak-anak kita agar selaras dengan nilai-nilai agama serta kearifan lokal setempat,” pungkasnya, (Suhaili Vijai)














