SKANDAL MAFIA PANGAN TERBONGKAR : UNTUNG HARAM – DARI JUAL BERAS FORTIFIKASI!

banner 120x600

YOGYAKARTA, BrataNewsTV.com – Skandal
Mafia Pangan Beras Fortifikasi Terbongkar Menjual Dengan Harga Rp56 sampai Rp57 ribu – per kilogram.

Kemarahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memuncak pada hari Kamis, 15 Oktober 2026.

Momen tersebut terjadi secara langsung saat Mentan mengisi kuliah umum bertajuk “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan” di hadapan ratusan sivitas akademika dan mahasiswa di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta

Amran Sulaiman, melontarkan pertanyaan bersama wartawan sudah baca belum itu beras Fortifikasi, kalau sudah baca, jahat tidak itu mafia, kalau jahat, kamu tulis jahat mafia beras Fortifikasi.

Meledakkan Amaran Sulaiman usai dirinya membongkar praktik kejahatan terstruktur mafia pangan dengan kejam “mencekik” dan merampok hak konsumen.

Beras yang sejatinya hanya Rp13.000 -an, terus dipaksa dijual dengan harga selangit hingga Rp57.000 per kilogram. Ini bukan lagi bisnis, ini perampokan yang berkedok fortifikasi yang dilakukan secara masif dan sistematis,” katanya bersama wartawan.

BACA JUGA:  SP3 - HANYA - ILUSI! Kejari Lampung Utara 'Maraton' Ganyang - Skandal - Mega Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024!

Dalam kuliah umumnya di UGM, fakta-fakta mengerikan ini dibongkar habis, dan ribuan mahasiswa secara terbuka memberikan dukungan penuh, siap untuk menjadi garda terdepan membakar habis jaringan mafia yang tidak berperikemanusiaan ini.

Secara hitungan kasar pun, biaya produksi dan proses fortifikasi beras membutuhkan tambahan biaya Rp1.000 per kilogram.

Sangat wajar jika harga jualnya berada di kisaran Rp13.000 hingga harga Rp14.900. Mafia ini dengan santun menyulap beras biasa menjadi beras premium berfortifikasi dan menjualnya dengan harga mencekik leher Rp56.000 hingga Rp57.000 per kg! Ini adalah manipulasi pasar yang keji dan tak
sama sekali tidak memiliki pembenaran ekonomi.

Di balik label “sehat” yang mafia pamerkan, tersembunyi kejahatan pemerasan massal. Mafia ini dengan rakus ini mengeruk, uang keuntungan haram hingga Rp44.100 per kilogram!

Ketika dikalikan dengan volume distribusi yang masif di seluruh negeri, total potensi penipuan dan kerugian yang ditanggung rakyat akibat komoditas pangan ini ditaksir mencapai angka yang mengerikan: Rp89 triliun. Uang rakyat yang seharusnya untuk kesejahteraan, justru masuk kantong para bandar pangan yang serakah,” tutur Amran.

BACA JUGA:  Camat Suoh dan Peratin Dipanggil Polisi - Pasca Massa Bakar - Fasilitas Negara

Puncak kekejian mulai terungkap dari hasil pengujian dengan independen di 4 (empat) laboratorium bersertifikat.

Beras Fortifikasi Yang Seharusnya Memiliki
Kandungan : zat gizi makro maupun mikro – seperti Vitamin B12, asam folat, besi, dan zinc, ternyata berada jauh di bawah standar yang dijanjikan.

Lebih parah dan memuakkan lagi, beberapa merek sama sekali nol besar tidak terdapat deteksi adanya vitamin seperti yang tertera di label! Ini bukan fortifikasi, tapi ini adalah penipuan konsumen kelas kakap ( mafia ) dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil yang mengandalkan beras tersebut untuk asupan gizi.

Andi Amran Sulaiman tak lagi memberikan ruang sedikit pun bagi kompromi. Mentan juga mendapat dukungan dari mahasiswa UGM menjadi bahan bakar utama untuk memastikan jaringan mafia ini dibongkar hingga ke akar-akarnya.

Pesan sudah sangat jelas: Negara hadir, hukum akan menjerat, dan para perampok hak konsumen ini akan dimintai, para mafia pangan harus di pidana seberat-beratnya,” tukas Amran.

BACA JUGA:  Lepas Mahasiswa Magang FH UMSU, Law Firm Eben Haezar dan Andika Serta Leonardus Bersama 'FAHMI' Tekankan Integritas dan Profesionalisme Calon Penegak Hukum

BrataNewsTV.com – akan terus mengawal dan mengawasi di setiap b jengkal proses hukum ini. Bila membiarkan mafia pangan berkeliaran sama saja dengan membiarkan rakyat diracuni, dibohongi, dan dirampok setiap hari. Keadilan harus ditegakkan, dan kantong-kantong para pencuri uang rakyat ini harus dikunci rapat!

 

banner 325x300